Perampok Motor di Tasikmalaya Tertangkap Gunakan Identitas Perempuan

Perampok Motor di Tasikmalaya Tertangkap Gunakan Identitas Perempuan – Kasus perampokan sepeda motor kembali mengguncang warga Tasikmalaya, Jawa Barat. Seorang pria berinisial R (27) ditangkap polisi setelah diketahui melakukan aksi perampokan dengan modus tak biasa — menyamar sebagai perempuan di media sosial untuk memancing korbannya.
Kejadian ini bermula saat pelaku berkenalan dengan korban melalui salah satu platform media sosial. Dengan menggunakan identitas palsu dan foto perempuan cantik, pelaku berhasil menarik perhatian korban korem163wirasatya.id yang merupakan seorang pemuda asal Kecamatan Cihideung.

Setelah beberapa kali berkomunikasi intens, pelaku mengajak korban untuk bertemu secara langsung di sebuah lokasi yang sepi di pinggiran Tasikmalaya. Saat korban datang membawa motor miliknya, pelaku bersama rekannya langsung melancarkan aksi kejahatan tersebut dengan mengancam korban menggunakan senjata tajam. Motor korban pun dibawa kabur, sementara korban dibiarkan terluka ringan di tempat kejadian.

Pengungkapan oleh Pihak Kepolisian

Setelah laporan diterima, Polres Tasikmalaya segera melakukan penyelidikan. Berdasarkan jejak digital dari percakapan media sosial dan rekaman CCTV di sekitar lokasi, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku.
“Pelaku mencoba mengelabui korban dengan akun palsu yang menampilkan foto perempuan. Dari situ kami melakukan pelacakan dan berhasil menangkap tersangka di rumahnya,” ujar Kapolres Tasikmalaya AKBP Joko Santoso, dalam konferensi pers.

Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan pusur-institute.id sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit sepeda motor hasil kejahatan, ponsel yang digunakan untuk berkomunikasi dengan korban, serta pakaian yang digunakan saat beraksi.

Motif dan Pengakuan Pelaku

Dalam pemeriksaan, pelaku mengaku nekat melakukan perampokan karena terdesak kebutuhan ekonomi. Ia juga mengaku belajar membuat akun palsu dari tutorial di internet.
“Saya hanya ingin cepat dapat uang. Saya buat akun palsu biar orang percaya,” kata pelaku saat dimintai keterangan. Polisi menyebut, pelaku bertindak sendiri namun diduga ada jaringan kecil yang membantu menjual hasil kejahatan tersebut ke luar kota.

Respons Warga dan Peringatan dari Polisi

Kasus ini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat Tasikmalaya. Banyak yang mengaku terkejut dengan modus penyamaran di dunia maya yang kian canggih. Polisi pun mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam berinteraksi dengan orang asing di media sosial.
“Jangan mudah percaya dengan akun yang baru dikenal, apalagi jika belum pernah bertemu langsung,” tambah Kapolres.

Penutup

Kasus perampokan motor di Tasikmalaya ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap penipuan dan kejahatan yang memanfaatkan teknologi digital. Penyalahgunaan media sosial untuk tindak kriminal menunjukkan bahwa kejahatan kini tak hanya terjadi di dunia nyata, tetapi juga bisa bermula dari ruang virtual.
Dengan meningkatnya kesadaran dan kehati-hatian pengguna internet, diharapkan kasus serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

Tulisan ini dipublikasikan di Berita Kriminal dan tag . Tandai permalink.